Pelalawan, Homeriau.com | Aksi besar-besaran pecah di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, ribuan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tuntut Kemitraan (FMTK) menggelar aksi damai menuntut realisasi kewajiban 20% kebun kemitraan dari PT. Serikat Putra, Senin (5/10/2026).
Pantauan langsung dilapangan, aksi dipusatkan di tiga titik strategis:
1. Simpang Tahu Desa Sialang Bungkuk.
2. Simpang Maliki Desa Sialang Godang.
3. Sialang Tingkat Tambosu Desa Angkasa.
Massa aksi diperkirakan mencapai lebih kurang 1.200 orang yang berasal dari 15 desa Se-kecamatan dan aksi ini ditegaskan akan terus berlanjut sampai pihak perusahaan memenuhi tuntutan masyarakat.
Ketua Umum FMTK, Datuk Arifin, S.IP menjelaskan bahwa persoalan antara masyarakat dengan PT. Serikat Putra sudah sangat kompleks dan berlarut-larut sejak tahun 1980-an.
"Persoalan PT. Serikat Putra ini sudah lama terjadi dan sangat kompleks, dimulai dari persoalan Daerah Aliran Sungai (DAS), penutupan makam Datuk Ninik Mamak kita, pengepungan pohon Sialang serta sampai hari ini perintah Undang-Undang yang mewajibkan korporasi mengeluarkan 20?ri luas HGU nya untuk masyarakat belum juga dipenuhi, tegas Datuk Arifin.
Ia menambahkan, Kemarahan masyarakat semakin memuncak karena perusahaan justru telah melakukan Replanting (peremajaan) tanpa menyelesaikan kewajiban kemitraan tersebut.
"Dari tahun 80-an mereka sudah bermasalah dan sekarang sudah diperintahkan oleh negara untuk mengeluarkan 20?ri luasan lahannya belum juga dipenuhi.
Sementara sekarang mereka sudah Replanting, ini kan namanya memancing kemarahan masyarakat, jelasnya.
Senada, Korlap Aksi Simpang Tahu, Aris Docok dan Ade Bayo menyampaikan kekecewaan mendalam atas tidak adanya manfaat kehadiran perusahaan bagi masyarakat sekitar.
"PT. Serikat Putra tidak ada manfaatnya bagi masyarakat dan cabut saja izinnya kalau tidak mampu menyejahterakan rakyat karena kehadiran perusahaan ini tidak memberikan dampak positif bagi kemajuan serta perekonomian masyarakat.
Buktinya, banyak anak-anak disini tidak bisa melanjutkan sekolah keperguruan tinggi karena kemiskinan, teriak Aris di atas mobil komando.
Masyarakat menegaskan akan bertahan di tenda-tenda aksi yang telah didirikan ditiga titik tersebut hingga ada keputusan resmi dari perusahaan dan pemerintah.
Berikut pembagian massa aksi :
1. Titik Sialang Tamonsu (Komandan: Khusni Mubarak) 6 desa.
2. Titik Simpang Maliki (Komandan: Man Kudit) 5 desa.
3. Titik Simpang Tahu (Komandan: Aris Docok / Ade Bayo) 5 desa.
Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT. Serikat Putra.
Penulis: Arisman
Editor : Ank


