KAMPAR – Kobaran api yang melanda lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, berhasil dipadamkan berkat kerja keras dan sinergi antara Babinsa Koramil 07/Kampar, tim Manggala Agni, serta unsur TNI dan Polri. Upaya pemadaman dan pendinginan karhutla ini memasuki hari kelima pada Senin, 16 Februari 2026.
Serda Jimmi, Babinsa Koramil 07/Kampar, memimpin langsung upaya pendinginan di lokasi karhutla yang diperkirakan menghanguskan lahan seluas ± 12 hektar pada koordinat 0°27'35" N101°19'27".
"Kami bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pendinginan secara intensif untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul kembali," ujar Serda Jimmi di lokasi kejadian.
Sebanyak 22 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari 1 anggota TNI, 1 anggota Polri, dan 20 anggota Manggala Agni. Mereka bahu-membahu mengatasi berbagai kendala di lapangan, seperti lahan gambut yang kering dan tebal, sumber air yang terbatas, angin kencang, cuaca panas, serta vegetasi semak belukar yang mudah terbakar.
Adapun alat dan perlengkapan yang digunakan meliputi 1 unit mesin ministrek, 1 unit mesin ZPower, 1 unit mesin mark3, 3 buah slang isap, 33 gulung slang buang, dan 5 unit nozzle.
Meskipun titik api sudah berhasil dipadamkan, namun tim gabungan masih terus melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat lahan gambut yang masih menyimpan bara.
"Kami akan terus melakukan pemantauan dan pendinginan hingga benar-benar aman dari potensi kebakaran," tegas Serda Jimmi.
Penyebab kebakaran dan pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Kegiatan pemadaman dan pendinginan karhutla ini merupakan wujud komitmen TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Sinergi dan kerjasama yang baik antar semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menanggulangi karhutla di wilayah Kodim 0313/KPR.
Sumber : Pendim 0313/Kpr
Editor : Ank


