Bupati Afni Sampaikan Pertumbuhan Ekonomi 5,87 Persen, IPM Nomor Satu se-Kabupaten di Riau

Bupati Afni Sampaikan Pertumbuhan Ekonomi 5,87 Persen, IPM Nomor Satu se-Kabupaten di Riau

SIAK - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak meningkat 1,5 persen dari tahun sebelumnya dengan capaian angka 5,87 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi untuk tingkat Kabupaten se Provinsi Riau saat ini. 

“Peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi dan produksi di berbagai sektor,” ujar Bupati Afni saat memaparkan indikator pembangunan daerah pada rapat Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kabupaten Siak, Senin (12/10/2026).

Dalam pidatonya, Bupati Afni juga menyampaikan tingkat kemiskinan Kabupaten Siak berhasil ditekan 4,40 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Siak pada tahun 2025 mencapai 77,19 poin. Capaian ini menempatkan Kabupaten Siak pada peringkat pertama di seluruh kabupaten di Provinsi Riau.

Rapat Paripurna dibuka Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan di Ruang Rapat Paripurna Putri Kaca Mayang. Dihadiri Perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, Anggota DPD RI, para mantan kepala daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Afni mengatakan, dari sisi pemerataan, Gini Ratio Kabupaten Siak pada tahun 2025 sebesar 0,276. Angka ini menunjukkan tingkat ketimpangan yang relatif rendah, dan menggambarkan dampak pertumbuhan ekonomi daerah dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. 

Namun, disamping itu, tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Siak pada tahun 2025 masih tercatat sebesar 5,30 persen. 

“Angka ini menjadi pengingat bagi kita bahwa pertumbuhan ekonomi belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan ketenagakerjaan. Karena itu, ke depan kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja dengan memperkuat dunia usaha dan UMKM” ucapnya.

Secara umum, Afni menyebutkan berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Siak telah berada pada arah pembangunan yang positif. 

Lebih lanjut Afni menyampaikan, keterbatasan APBD tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Melalui komunikasi dan koordinasi pihaknya terus memperjuangkan agar pembangunan Kabupaten Siak tetap memperoleh dukungan melalui APBN. 

“Kami terus berjuang, bersinergi dengan berbagai Kementerian/Lembaga, melangkah ke berbagai arah, mengetuk satu persatu pintu tanpa lelah” ungkapnya.

Afni menambahkan, bahwa tahun 2026 total pembiayaan pembangunan untuk Kabupaten Siak yang diperoleh dari APBN lebih kurang 370,84 miliar. Dukungan tersebut mencakup bidang kesehatan, infrastruktur, pendidikan, pertanian dan ketahanan pangan, dan kebudayaan kebudayaan.

Pada bidang kesehatan dukungan APBN berupa pembangunan gedung CDSC di RSUD Tengku Rafi’an Rp1,3 miliar, pengadaan 3 unit FDR X Air Portable X-Ray dan Laptop QXR AI Sofware sebesar Rp3,84 miliar, alat mamografi Rp1,5 miliar dan Pembangunan IGD Rp450 juta.

Bidang infrastruktur, dukungan diberikan untuk pembangunan jalan, jaringan irigasi serta sistem penyediaan air minum dengan total anggaran Rp203,93 miliar. Sementara di bidang pendidikan, program revitalisasi mencakup 85 satuan pendidikan dengan anggaran mencapai Rp54,2 miliar.

Pada bidang pertanian, Kabupaten Siak memperoleh bantuan 161 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari APBN degan nilai lebih dari Rp15 miliar. Bidang kebudayaan rehabilitasi Istana dan Museum Balairung Sri sebesar Rp4,9 miliar, pengawasan rehabilitasi Rp600 juta, serta pemeliharaan sebesar Rp272 juta.

Program peremajaan sawit rakyat juga telah menjangkau 646 pekebun dengan luas 1.490,63 hektar dan dukungan dana Rp89,41 miliar.

 “Ini bukan sebatas angka, namun juga bukti nyata bahwa kami terus bekerja memperjuangkan Siak dengan seisi- isinya” pungkasnya.Inf

Editor : Ank