Listrik Mati 11 Jam, Warga desa rimbo panjang Keluhkan Pelayanan Lambat PLN

Listrik Mati 11 Jam, Warga desa rimbo panjang Keluhkan Pelayanan Lambat PLN

RIMBO PANJANG – Keluhan terhadap lambatnya penanganan gangguan listrik oleh PT PLN (Persero) kembali disuarakan warga. Listrik di rumah warga di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, padam hingga lebih dari 11 jam. Meski telah dilaporkan resmi melalui aplikasi PLN Mobile, petugas tak kunjung datang melakukan perbaikan.

Akibat lampu rumah warga bernama wino padam cukup pama ini, aktivitas terganggu. Kebutuhan dasar seperti mencuci pakaian, memasak nasi, hingga ketersediaan air bersih untuk mandi tidak dapat terpenuhi karena mesin pompa air tidak berfungsi.

Dampak pemadaman ini juga memukul sektor pendidikan anak-anak. Wino mengungkapkan bahwa anaknya tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang dikirimkan oleh guru melalui jejaring daring karena daya baterai telepon seluler (HP) habis dan tidak bisa diisi ulang.

"Iya, tugas anak yang dikirim melalui HP tidak bisa dikerjakan karena HP mati lantaran tidak bisa di-cas," tutur Wino.

Ia menjelaskan, gangguan listrik di kediamannya bermula pada kamis malam. Indikasi masalah diawali dengan kondisi lampu yang berkedip-kedip sebelum akhirnya padam total akibat gangguan pada kabel jaringan yang mengarah ke rumahnya.

Wino telah membuat laporan resmi melalui aplikasi PLN Mobile pada Jumat pagi pukul 06.18 WIB. Namun hingga Jumat sore pukul 17.26 WIB, belum ada satu pun petugas PLN yang hadir di lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Peristiwa penanganan yang lambat ini bukan kali pertama dialami Wino. Sebelumnya, gangguan pada kabel jaringan yang sama juga terjadi pada Selasa malam. Saat itu, ia mengajukan aduan via PLN Mobile pukul 23.12 WIB, namun petugas baru tiba di lokasi pada Rabu siang pukul 13.00 WIB untuk memulihkan aliran listrik.

Warga berharap PLN dapat meningkatkan responsivitas layanan pengaduan digital mereka, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap pasokan listrik sangat tinggi untuk kebutuhan sehari-hari maupun pendidikan.

Editor : Ank