PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 sebagai langkah kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Apel yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Riau, pada Kamis (12/3/2026) menandai dimulainya operasi pengamanan tahunan yang melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait.
Kapolda Riau Herry Heryawan mengatakan, total sebanyak 3.815 personel gabungan disiagakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Untuk pengamanan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 ini, tergelar pasukan sejumlah 3.815 personel gabungan,” ujar Herry Heryawan.
Ia menjelaskan, Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, kepolisian mengedepankan strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di seluruh wilayah hukum Polda Riau.
Menurutnya, pola pengamanan yang diterapkan lebih menitikberatkan pada langkah pencegahan atau preventif, yang didukung upaya preemtif serta pendekatan humanis kepada masyarakat. Penegakan hukum tetap disiapkan sebagai langkah terakhir apabila diperlukan.
Untuk mendukung kelancaran operasi, sebanyak 60 posko pengamanan telah didirikan di sejumlah titik strategis. Posko tersebut terdiri dari 34 Pos Pengamanan (Pos Pam), 21 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 5 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi.
Melalui pelaksanaan operasi ini, Polda Riau berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran ribuan personel di lapangan juga diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mencegah potensi gangguan keamanan selama masa mudik.
Laporan : Def
Sumber : Humas
Editor : Ank


