Satu Tahun Program MBG, Polda Riau Targetkan 18 Dapur SPPG, 15 Telah Beroperasi

Satu Tahun Program MBG, Polda Riau Targetkan 18 Dapur SPPG, 15 Telah Beroperasi

Pekanbaru — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menargetkan pembangunan 18 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga memasuki satu tahun pelaksanaan program, sebanyak 15 unit SPPG telah beroperasi dan melayani kebutuhan gizi lebih dari 67 ribu murid di Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat menghadiri kegiatan peringatan satu tahun Program MBG di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 1 Pekanbaru, Kamis (8/1/2026).

“Hari ini tepat satu tahun dua hari sejak Program MBG diresmikan dan diterapkan, yakni pada 6 Januari 2025,” ujar Herry Heryawan.

Ia menjelaskan, dari target 18 unit SPPG, saat ini 15 dapur telah beroperasi penuh, sementara tiga unit lainnya masih dalam tahap pembangunan. Seluruh dapur tersebut diproyeksikan melayani sekitar 67 ribu penerima manfaat, khususnya murid sekolah di Bumi Lancang Kuning.

Selain anak sekolah serta ibu hamil dan menyusui, penerima manfaat Program MBG juga diperluas. 

Saat ini, terdapat lima kategori tambahan penerima, yakni tenaga pendidik dan guru, penyandang disabilitas, lanjut usia, serta anak-anak jalanan.

“Atas arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polda Riau terus mempercepat pembangunan SPPG sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ini,” kata Herry.

Ia menambahkan, Program MBG merupakan investasi jangka panjang negara untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas 2045, sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto.

“Anak-anak harus mendapatkan gizi seimbang agar tumbuh sehat dan mampu meraih cita-citanya. Ini investasi yang sangat berharga bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam mendukung Program MBG. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna meningkatkan kualitas pelayanan program tersebut.

“Program ini untuk anak-anak sebagai masa depan bangsa,” kata Syahrial.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pemantau dan Pengawas Wilayah I MBG Pusat Harjito, KPPG Riau, Kepala Sekolah MIN 1 Pekanbaru, serta para murid penerima manfaat.

 

Laporan : YK

Editor : Ank