Homeriau.com PEKANBARU— Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Dampaknya, kualitas udara di wilayah tersebut terus merosot hingga masuk ke level tidak sehat.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan kini mulai kembali mengenakan masker untuk mengantisipasi ancaman penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Di tengah memburuknya kondisi udara, tiga alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berlokasi di Kecamatan Binawidya dan Kecamatan Sukajadi justru tidak berfungsi atau mati.
Menanggapi kendala tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengambil langkah cepat dengan mengalihkan penyampaian informasi kualitas udara melalui jaringan videotron di titik-titik strategis.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa pengalihan informasi melalui videotron dilakukan agar masyarakat tetap bisa memantau kondisi udara terkini secara akurat.
"Pengalihan informasi kualitas udara ke videotron ini dilakukan agar masyarakat dapat terus mengetahui perkembangan kondisi udara saat ini," ujar SF Hariyanto.
Dampak dari pekatnya kabut asap ini juga merambah ke sektor pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru telah meliburkan atau meniadakan aktivitas belajar mengajar tatap muka di sekolah, mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP.
Editor : Ank


