TJSL Pertamina Bantu Kemandirian UMKM Lokal

TJSL Pertamina Bantu Kemandirian UMKM Lokal

Homeriau.com - PT. Pertamina menjadi salah satu badan usaha milik negara yang peduli terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan plat merah ini berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan, agar tercipta kemandirian masyarakat. Tidak hanya dibina dan di bimbing, UMKM lokal turut diberikan bantuan, baik dana, peralatan, pelatihan untuk peningkatan kemampuan, hingga di promosikan di ajang-ajang besar.

Salah satunya dilakukan oleh PT. Pertamina Patra Niaga Refeneri Unit Dumai, yang membantu tumbuh kembangnya kelompok Wirausaha Wanita (WIRANI) Rejosari, di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Sejumlah bantuan diberikan, mulai dari penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), instalasi hidroponik, hingga peralatan masak untuk dapur produksi.

Hal ini membuat kelompok wirani semakin mandiri, dimana dari kebun hidroponik bisa menghasilkan cuan yang tidak hanya membantu ekonomi anggota, namun masyarakat lain melalui Posyandu. Sayuran hidroponik, seperti pakcoy, salada, dan lainnya tidak hanya dijual ke pasar, namun juga dibuat produk turunan, seperti jus, yang diberikan kepada anak-anak kekurangan gizi. Tidak hanya pada kebun hidroponik, WIRANI Rejosari juga mengoperasionalkan dapur produksi yang menghasilkan berbagai produk seperti biskuit sorgum, brownies, keripik sorgum, biskuit, dan lainnya. Berbagai peralatan pada dapur ini juga bantuan dari PT. Pertamina Patra Niaga Refeneri Unit Dumai, seperti alat pemasak, alat pendingin, cetakan, blender, dan lainnya.

Dengan bantuan ini, produksi semakin baik dengan kualitas tinggi, serta telah mendapat tempat di pasar lokal dan menju pasar nasional. Peran BUMN ini dinilai memberikan dampak positif kepada UMKM, dimana dengan kolaborasi bisa membantu peningkatan kreatifitas, perekonomian, dan juga turut memberikan dampak pada kesehatan masyarakat.

“Tidak hanya dibantu setelahnya dilepas, tapi kelompok Wirani ini ikut diberikan pelatihan-pelatihan, pembinaan, hingga pendampingan yang terfokus, sehingga mereka bisa tumbuh dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar”, ujar Area Manager Comm, Relations dan CSR, PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Tengku Muhammad Rum.

Sementara, Ketua Kelompok Wirani Rejosari, Jummiati Sulistiani, memberikan apresiasi atas peran PT. Pertamina Patra Niaga Refeneri Unit Dumai, sehinga kelompok mereka saat ini berkembang dengan baik. “Kami menyampaikan proposal kepada Pertamina yang ditanggapi dengan berbagai bantuan yang positif. Kondisi ini membuat Wirani tidak hanya bisa memberikan wadah usaha untuk anggota, namun juga memberikan manfaat bagi warga sekitar melalui Posyandu”, ujar Jummiati.

Kemandirian kelompok masyarakat ini merupakan komitmen PT. Pertamina Patra Niaga Refeneri Unit Dumai, dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan komunitas yang terintegrasi dengan pemanfaatan energi bersih. Program pengentasan stanting dengan pemenuhan gizi pada anak, memberikan dampak positif dan mendukung lahirnya generasi unggul untuk masa depan bangsa. Program ini juga diharapkan mampu menjadi pemantik dilingkungan sekitarnya, sehingga masyarakat bisa mandiri secara ekonomi, serta kuat dan bugar secara kesehatan.

 

Sementara itu, Pertamina Hulu Rokan (PHR) tidak kalah hebat, dimana program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan mereka, dengan memberikan bkesempatan kerja dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas, melalui Ruang Setara. Ada sekitar 195 orang penyandang disabilitas yang terlibat dalam program ini, mendapat pelatihan dan akses untuk aktifitas ekonomi menuju kemandirian.

Ruang Setara yang diresmikan pada tanggal 25 Juni 2026, yang merupakan caffe, sosial dan study space, dimana inklusi tidak berhenti pada slogan. Penyandang disabilitas dilatihan berbagai kemampuan, seperti barista, pelaku usaha kuliner, hingga pengelola layanan seperti laundry sepatu dan pijat tuna netra. Menurut Corporate Secretari PT.Pertamina Hulu Rokan, Evi Yanti, Ruang Setara ini memastikan bahwa iklusi tidak hanya berhenti pada akses, tapi berlanjut pada kesempatan nyata untuk bekerja, berinteraksi dan mandiri.

“Penyandang disabilitas bukan menjadi objek program, melainkan subjek yang berdaya dan berkontribusi. Diruang setara ini, pengunjung tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi diajak berinteraksi menggunakan bahasa isyarat saat memesan menu. Hal ini menjadi pengalaman yang membalik perspektif umum tentang komunikasi dan keterbatasan”, ujar Evi Yanti.

Program ini mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi riau, karena memberikan kesempatan usaha bagi masyarakat, terutama penyandang disabilitas. “bentuk nyata implementasi perda nomor sembilan tahun 2025, yang mendorong perusahaan dan instansi untuk memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas”, ucap Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli.

Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar program ini tidak hanya berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan berkembang menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan. Lebih dari tempat usaha, Ruang Setara menghadirkan cara pandang baru, bahwa inklusi bukan tentang penyediaan tempat khusus, tetapi membuka ruang yang sama, dimana setiap orang dengan segala perbedaan dapat bekerja, belajar dan tumbuh bersama.

PT. Pertamina EP Field turut memberikan kontribusi nyata pada kelompok wanita tani (KWT) Melati, di Desa Lambang Sari Lima, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu. Para ibu rumah tangga yang awalnya memanfaatkan hasil kebun singkong untuk kebutuhan sendiri, dibina bisa menghasilkan produk kripik yang bernilai jual di pasar. Hal ini membuat KWT melati bisa menghasilkan cuan tambahan, dan membantu ekonomi keluarga.

Produk kripik tidak hanya sekedar di pasarkan di pasar lokal, kadang menjadi produk oleh-oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) jika kembali ke luar negeri. Kemandirian ini tidak terlepas dari PT. Pertamina EP Field, baik dalam penyediaan bibit singkong, pendampingan, pelatihan, hingga berbagai bantuan lain, sehingga KWT Melati bertumbuh menjadi lebih baik.

“Awalnya kami hanya memanfaatkan singkong untuk kebutuhan di rumah, namun setelah adanya pelatihan, hingga bantuan, singkong yang hasil panennya cukup banyak di olah menjadi kripik dan dikemas secara ekonomi. Hasilnya positif, banyak yang minat dan menjadi peluang usaha baru yang menghasilkan bagi kelompok ini”, kata Sri Rahayu Ningsih, Ketua Kelompok Wanita Tani Melati.

 

Tidak hanya fokus pada produk pertanian, ibu-ibu yang berasal dari desa proklim lambangsari lima ini, juga menunjukkan aksi kepedulian terhadap lingkungan. Mereka membentuk bank sampah, yang tujuannya untuk menjaga kebersihan, namun masih bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Sampah-sampah yang bisa di daur ulang, seperti sampah plastik dikumpulkan, dengan harga 1.000, sampai 3.000 rupiah perkilogramnya. sementara sampah Organik, yang berasal dari makhluk hidup, akan diolah menjadi pupuk. Dari kegiatan ini, para ibu rumah tangga turut berperan dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan juga menghasilkan uang untuk mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga. Peralatan penghancur sampah plastik yang diberikan oleh PT. Pertamina EP Field menjadi faktor pendukung untuk bisa melaksanakan kegiatan ini.

“Pengembangan usaha dan lingkungan menjadi perhatian PT. Pertamina EP Field, agar tercipta kemandirian ekonomi dan lingkungan yang bersih. Setelah memberikan bantuan dan pembimbingan untuk peningkatan usaha kripik singkong, KWT Melati juga diberikan bantuan alat penghancur sampah, dalam mendukung program Bank Sampah, untuk tujuan Kebersihan”, kata Lukman Arif, Manager PT. Pertamina EP Field.

Dukungan kemajuan usaha lokal ini tidak sekedar dalam bantuan dan pembimbingan, namun PT. Pertamina juga terlibat dalam mempromosikan usaha masyarakat agar lebih dikenal dan mendapat tempat di pasar nasional, hingga internasional, salah satunya dengan mengikut sertakan UMKM dalam pameran Pertamina Smexpo yang digelar di salah satu Mall di Kota Pekanbaru. Sebanyak 33 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari sejumlah provinsi, seperti Riau, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara, meramaikan pameran Pertamina Smexpo.

Vice President Community Involvement and Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyatakan bahwa UMKM binaan PT. Pertamina Patra Niaga menghadirkan berbagai produk lokal dengan kualitas tinggi, baik disektor kuliner, kerajinan, fashion, parfum, dan berbagai produk lainnya.

“UMKM yang terlibat dalam pameran ini merupakan UMKM pilihan dengan produk yang berkualitas. Dari ajang ini, banyak produk UMKM yang terjual, sehingga memberikan keuntungan yang cukup tinggi”, tutur Dian Hapsari Firasati.

 

Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 25 September, sampai tanggal 27 September 2026, turut disambut baik oleh Pemerintah Provinsi riau, karena membantu peningkatan UMKM, sehingga bisa lebih dikenal.

“Pameran yang dilaksanakan menjadi ajang promosi sehingga bisa dilihat oleh masyarakat luas, bahkan juga dihadiri oleh berbagai korporasi. Dengan pembinaan, dibimbing, hingga dipromosikan, UMKM binaan ini bisa naik kelas dari level Provinsi menjadi level Nasional, bahkan nantinya didorong mampu bersaing ditingkat global”, harap Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan.

Masyarakat pengunjung terlihat antusias dengan pemeran ini, karena banyak yang berbelanja kebutuhan mereka. kegiatan ini tidak sekedar mengenalkan produk UMKM, namun juga menjadi ajang pemasaran yang positif, karena banyak produk yang terjual. Walikota pekanbaru, agung nugroho, turut memberikan apresiasi atas peran PT. Pertamina Patra Niaga dalam pengembangan usaha lokal di Kota Pekanbaru. Bahkan orang nomor satu di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut juga menyempatkan berbelanja sejumlah produk UMKM, yang sudah memiliki standar tinggi dan kualitas yang sangat baik. Hal ini tidak terlepas dari pembinaan perusahaan yang ada di Riau, terutama Pertamina Patra Niaga.

“Dengan pembimbingan, bantuan modal serta peralatan, hingga dipromosikan, membuat UMKM tumbuh dan berkembang lebih positif. Hal ini turut berdampak pada peningkatan ekonomi di kota pekanbaru, dimana pada Tri Wulan kedua ditahun 2026,  pertumbuhan ekonomi mencapai 7,39 persen dan menjadi yang tertinggi di Indonesia, kata Agung Nungroho.

Provinsi Riau sendiri terdata memiliki sekitar 304.000 lebih UMKM dengan berbagai bidang usaha. Hal ini menjadi positif jika seluruhnya bisa berkembang dengan baik, sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah. untuk itu, Pemerintah Provinsi Riau mendorong perusahaan-perusahaan besar, BUMN, BUMD, untuk berperan serta dalam memajukan UMKM lokal, sehingga bisa lebih maju. Dalam pameran Pertamina Smexpo yang dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga, terlihat dukungan BUMN ini berdampak positif pada pengembangan usaha lokal di bumi lancang kuning. Pelaku usaha bisa memproduksi produk yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk besar lainnya yang telah bertaraf nasional. jika hal ini terus dilakukan, dengan pembinaan, bantuan peralatan, hingga dana, bukan tidak mungkin usaha lokal akan naik level menjadi usaha bertaraf global.

Penulis : Irwansyah

Editor : Ank