Forwata Riau Gelar Aksi Peduli Pantai Rupat Utara

Forwata Riau Gelar Aksi Peduli Pantai Rupat Utara

Rupat Utara, Homeriau.com - Forum Wartawan Pariwisata (Forwata) Provinsi Riau menyelenggarakan kegiatan aksi bersih-bersih pantai di kawasan destinasi wisata pantai Desa Teluk Rhu, Pulau Rupat Utara, Bengkalis, Riau, Sabtu (5/5/2018).

Aktivitas ini selain mempromosikan objek wisata bahari Rupat utara juga sebagai kegiatan sosial peduli lingkungan, meningkatkan sadar wisata dan Sapta Pesona pariwisata. Dihadiri masyarakat setempat serta tokoh masyarakat yang ada di  Rupat Utara. Kegiatan digagas Forwata Riau bekerjasama dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Sayed Abubakar Assegaf.

Kegiatan ini tak lain untuk meningkatkan promosi Pulau Rupat sebagai salah satu destina wisata dunia yang perlu dikembangkan di Riau. Menurut Sayed Abubakar Assegaf Pulau Rupat ini salah satu pulau yang cukup menarik untuk dikunjungi, apalagi masyarakat setempat antusias dengan kunjungan dari pihak luar.

"Saya optimis bila terus dikembangkan objek wisata di pulau ini pastinya para investor ingin berinvestasi baik itu untuk pembangunan akomodasi, transportasi maupun kegiatan wisata lainnya," ujarnya.

Selain itu, ia mengakui memang pulau ini perlu banyak pembenahan untuk dijadikan objek wisata. Namun, tidak menutup kemungkinan investor akan melirik pulau ini, apalagi pulau ini merupakan pulau terluar yang bersebelahan dengan Malaka dan Johor Malaysia. Dari Rupat utara ini bisa dilihat negeri jiran Malaysia itu dengan mata telanjang.

Sayed juga meminta agar masyarakat sepenuhnya mendukung daerah ini dijadikan salahsatu objek wisata menarik. Tentunya hal ini memiliki manfaat bagi masyarakat dari segi ekonomi.

Kegiatan yang diadakan di Pulau Rupat ini, pagi harinya dibuka dengan senam bersama warga Desa Teluk Rhu serta pembagian bingkisan secara tidak langsung membantu masyarakat. Kegiatan yang diadakan di pinggir pantai sangat antusias. Selesai kegiatan warga melakukan aksi bersih-bersih pantai memungut sampah sebagai wujud cinta lingkungan bersih secara spontan.

Sayed juga memberikan bank sampah dengan tujuan agar Pulau Rupat ini selalu bersih dan memilah sampah yang mana bisa dimanfaatkan dan didaur ulang.

Sementara salah seorang warga Teluk Rhu,  Rizal yang juga nelayan menjelaskan saat ini wisatawan sudah rutin datang ke Rupat utara. Tujuannya antara lain untuk wisata. Dan baru saja datang rombongan dari Pekanbaru yang hobi mancing.

Mereka akan mancing mania sewa kapal pompong nelayan Rp700 ribu mulai melaut Sabtu (5/5/2018) pukul 17.00 sampai esoknya Minggu pukul 17.00 WIB ke tengah laut di Selat Melaka karena sekarang musim angin selatan ikan sedang banyak.

"Biasanya sekarang ini Mei 2018 jelang bulan puasa 1439 H banyak ikan Jenak dan ikan mirip kakap merah di karang laut sedalam 28 meter.  Lokasi ini 1 km dari pantai Rupat utara. Mereka pakai mata pancing double nomor 7. Kalau di tengah laut sedalam 28 meter itu kita mancing mulai dapat 1 ekor saja maka jangan pindah ke tempat lain karena di sinilah lumbung habitat dan populasi ikan itu sembunyi. Pancinglah terus, akan bertubi-tubi dapat ikan. Dulu kami mancing begini dapat 150 kg dibawa pulang," katanya.

Kawasan Rupat utara ini memiliki pantai yang landai. Di desa lainnya seperti di Tanjung Punak, Pantai Lapin kini jadi destinasi wisata andalan dan dikunjungi banyak wisatawan. Wisatawan mulai datang Jumat hingga Minggu.

Rombongan Forwata Riau juga mengunjungi Pulau Beting Aceh di Rupat utara sebuah pulau yang lahir dari pembentukan daratan pasir secara alamiah seluas 1 km2.(rls)

Editor : wartawan