BATU BERSURAT, homeriau.com - Kelangkaan elpiji yang dirasakan warga masyarakat lebih disebabkan permintaan yang naik, selama ini semua warga menggunakan tanpa memandang latar belakang profesi baik berhak mendapatkan subsidi ataupun tidak. Semua menggunakan tabung Gas Elpiji ukuran 3 Kg tersebut. Masyarakat sekarang cenderung menggunakan gas untuk kebutuhan memasak di dapur dan untuk kebutuhan industri lainnya.
Menyikapi hal tersebut dalam rangka mendukung ketersediaan khususnya gas elpiji ukuran 3 kg, Babinsa Koramil 12/XIII Koto Kampar, Sertu Marwandi mengunjungi agen gas elpiji di Desa Pongkai Istiqomah, Kec. XIII Koto Kampar sekaligus mengecek gas elpiji kebeberapa toko dan kios di wilayah binaan di Desa Pongkai Istiqomah, Kec. XIII Koto Kampar, Senin (29/07/2019)
Jamal (47) salah seorang penjual gas elpiji mengaku untuk mendapatkan pasokan gas elpiji ukuran 3 Kg, akhir akhir ini di Kec. XIII Koto Kampar sangat sulit baik di Distributor maupun di agen agen yang tersebar di Kec. XIII Koto Kampar.
" Waktu itu sempat terjadi kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji 3 Kg sampai sampai harganya tinggi hingga 30 rupiah pertabung, tapi karena butuh terpaksa harus dibeli," ungkap Jamal.
" Dengan menyikapi penyampaian warga tersebut Babinsa akan segera menyampaikan ke pihak pihak yang berkompeten dengan harapan bisa bekerjasama dengan Pemkab, Disperindag begitu juga Pertamina untuk selalu memantau supaya tidak sampai ada kelangkaan dalam menyuplai pasokan gas elpiji, dengan harapan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," pungkas Sertu Marwandi.
Editor : HomeRiau