Arsyadjuliandi Rachman Membeberkan Jumlah Lahan Yang Telah di Replanting di Riau, Ket Foto : Cagub Riau Arsyadjuliandi Rachman menjelaskan Program replanting sawit yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat telah dijalani oleh Pemerintah Provinsi Riau. Tercatat kucuran anggaran yang t

Arsyadjuliandi Rachman Membeberkan Jumlah Lahan Yang Telah di Replanting di Riau,

Tapung, Homeriau.com -   Program replanting sawit, yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat telah dijalani oleh Pemerintah Provinsi Riau. Tercatat kucuran anggaran yang telah dikucurkan ke petani Sawit yang ada di Riau sebesar Rp88,62 Miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh calon Gubernur Riau, nomor urut 4, Arsyadjuliandi Rachman, kepada masyarakat Desa Mukti Sari Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Pada kampanye Dialogis pasangan Andi Rahman-Suyatno (AYO), Senin (13/3).

"Jadi kita di Riau ini sudah mereplanting sebanyak 2.715 ha lahan sawit milik mayarakat yang tersebar di beberapa Kabupaten. Untuk di Kabupaten Kampar itu di daerah Perhentian Raja, seluas 287 Ha, dengan anggaran sebesar Rp6,85 miliar," ujar Andi Rahman, kepada masyarakat.

Dijelaskan Andi, yang masih menjabat sebagai Gubernur Riau dalam masa cuti, Pemerintah Provinsi Riau siap menampung permintaan petani sawit, untuk mereplanting lahan sawit. Selagi lahan sawit tersebut milik masyarakat bukan milik perusahaan.

"Yang jelas kita sudah memulai replanting sawit bagi masyarakat. Selagi lahan itu milik masyarakat bukan milik perusahaan. Usulkan saja nantin akan di proses," kata Andi Rahman.

Pada kesemlatan tersebut Andi Rahman membeberkan data Kabupaten yang telah menerima replanting, baik dari KUD maupun kelompok tani, diantaranya, Kabupaten Siak 109 hektar. Kabupaten Rohul 2.278 dan Kabupaten Rohil, 324 ha.

"Untuk Riau kita mendapatkan seluas 30 ribu ha lahan sawit yang di replanting. Tahunini 12 ribu lebih, semua Kabupaten dapat," ungkap Andi Rahman.

Calon Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman membeberkan jumlah lahan yang telah di replanting di Riau, setelah mendapatkan pertanyaan dari petani sawit di Desa Mukti Jaya.**

Editor : wartawan