Penutupan Festival Lomang 2026 Sukses Besar, Pemkab Kampar Siap Kembangkan Lebih Luas

Penutupan Festival Lomang 2026 Sukses Besar, Pemkab Kampar Siap Kembangkan Lebih Luas

KAMPAR - Festival Lomang dalam rangka perayaan Hari Raya Enam yang menjadi kebanggaan masyarakat Kampar resmi ditutup dengan penuh kemeriahan di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Jumat (27/03).

Penutupan festival dilakukan oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang diambil oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, setelah seluruh rangkaian kegiatan dan penilaian lomba lomang selesai dilaksanakan.

Suasana penutupan berlangsung semarak dengan antusiasme masyarakat yang tetap tinggi hingga akhir acara, menunjukkan kuatnya kecintaan warga terhadap tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun ini.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar Afdal, Camat Bangkinang Kholis Febriyasmi, Kepala Desa Pulau Lawas Andri Nuras, unsur Forkopimda, Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Ardi Mardiansyah memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Pulau Lawas yang dinilai sukses menyelenggarakan Festival Lomang dengan sangat meriah dan penuh semangat kebersamaan.

“Ini luar biasa. Festival Lomang tidak hanya hidup, tetapi berkembang dengan sangat baik. Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa digelar lebih besar, lebih meriah, dan menjadi agenda unggulan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Festival Lomang memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di tingkat desa.

“Tradisi ini harus terus kita jaga. Selain melestarikan budaya, festival ini terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Lawas Andri Nuras mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya partisipasi masyarakat dalam festival tahun ini. Sebanyak 44 peserta ikut ambil bagian dalam lomba memasak lomang, yang berlangsung dengan penuh semangat dan kreativitas.

Antusias masyarakat sangat luar biasa. Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa lebih besar lagi, bahkan mencakup seluruh desa, tidak hanya bercita-cita di satu dusun,” ungkapnya.

?Ketua dewan juri, Ambar Rustantini, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara ketat dan profesional dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari proses pembuatan hingga hasil akhir lomang.

Adapun kriteria yang dinilai meliputi cita rasa, tingkat kematangan, tampilan fisik, serta kerapian penyajian.

Berdasarkan hasil penilaian, Juara I berhasil diraih oleh Warnida dengan nilai tertinggi 265. Juara II diraih Leni Ari dengan nilai 230, sementara Juara III diraih Umi Zaki dengan nilai 225.

Keberhasilan penyelenggaraan Festival Lomang tahun ini semakin memperkuat tradisi ini sebagai salah satu ikon budaya Kabupaten Kampar yang tidak hanya memiliki nilai sarat kearifan lokal, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, Festival Lomang diyakini akan terus berkembang menjadi acara budaya unggulan yang mampu mengangkat nama Kampar ke tingkat yang lebih luas. Adv

 

Yal

Editor : Ank