KAMPAR - Tradisi Raya Enam atau Ayo Onam di Kecamatan Bangkinang kembali membuktikan diri sebagai salah satu momen silaturahmi terbesar dan paling berkesan di Provinsi Riau.
Mewakili Gubernur Riau, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, hadir langsung dan larut dalam kebersamaan masyarakat yang memadati peringatan Hari Raya Enam di Masjid Al-Mujahidin.
Dalam segala hal, Syahrial Abdi menegaskan bahwa Raya Enam bukan sekadar tradisi, melainkan momentum spiritual dan sosial yang memiliki makna sangat dalam bagi masyarakat.
“Raya Enam ini adalah bentuk silaturahmi yang luar biasa. Bukan hanya antar sesama yang masih hidup, tapi juga menjadi pengingat bagi kita semua akan kehidupan setelah dunia, melalui ziarah ke makam para leluhur,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi ziarah kubur yang dilakukan secara serentak oleh masyarakat dari berbagai kampung menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, kekuatan nilai religius yang berpadu dengan budaya lokal menjadikan Ayo Onam sebagai tradisi yang sangat istimewa dan patut dijaga.
Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, serta para tamu undangan yang ikut memeriahkan perayaan tersebut.
Kehadiran Bapak Gubernur yang diwakili Sekda Provinsi Riau beserta seluruh jajaran menjadi bukti nyata kebersamaan dan kekompakan kita dalam membangun kehidupan sosial masyarakat,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia menegaskan bahwa Raya Enam menjadi simbol kuatnya persatuan masyarakat Kampar yang terus terjaga hingga kini.
Kehangatan perayaan juga dirasakan oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang untuk pertama kalinya mengikuti langsung tradisi tersebut.
Ia mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan yang begitu kental dan penuh nilai kekeluargaan.
“Rasanya belum lengkap merayakan Idul Fitri tanpa hadir di Raya Onam di Bangkinang. Ini tradisi luar biasa yang menyatukan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Agung Nugroho juga menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk pembangunan masjid, yang disambut antusias oleh masyarakat.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Bangkinang, Zainal Abidin, menilai Ayo Onam memiliki energi sosial yang sangat kuat dalam menyatukan masyarakat lintas generasi.
Momentum ini luar biasa. Kita bisa melihat bagaimana masyarakat, tokoh, hingga pejabat berkumpul dalam satu semangat kebersamaan. Ini harus terus kita jaga,” ujarnya.
Dengan kehadiran berbagai tokoh penting dan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, Raya Enam semakin menegaskan warisan sebagai tradisi unggulan yang tidak hanya sarat nilai keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan sosial dan budaya masyarakat Kabupaten Kampar. Adv
Yal
Editor : Ank


