KAMPAR - Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan mengangkat budaya lokal dengan hadir sekaligus membuka Festival Lomang di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang.
Kehadiran orang nomor satu di Kampar ini semakin menambah semarak perayaan Hari Raya Enam atau Ayo Onam yang selama ini menjadi tradisi khas masyarakat Bangkinang.
Pembukaan festival berlangsung khidmat dan meriah, ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Ahmad Yuzar bersama Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Dwianto Prihartono, disaksikan langsung oleh jajaran pejabat daerah dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Turut hadir Ketua TP-PKK Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Pj Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, para kepala OPD, Camat Bangkinang, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Bangkinang yang menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya daerah.
Festival ini menempatkan (lomang) kuliner khas berbahan dasar beras ketan dan santan yang dimasak dalam bambu sebagai ikon utama. Tradisi membakar lomang telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pulau Lawas, khususnya dalam menyambut momen penting seperti Hari Raya Enam.
Dalam berbagai hal, Ahmad Yuzar mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen membangun Kampar ke arah yang lebih baik.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, saya mengucapkan Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita bersama-sama melangkah ke depan membangun Kampar dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai identitas daerah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Tradisi lomang ini adalah warisan leluhur yang sangat berharga. Kita wajib menjaganya agar tetap hidup dan tidak terputus hingga ke anak cucu kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Yuzar menilai Festival Lomang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di sektor kuliner dan pariwisata.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan masyarakat dalam kegiatan ini membuka peluang luas bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Momentum ini harus kita manfaatkan. Banyak pengunjung datang, tentu kebutuhan meningkat. Ini peluang besar untuk menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya optimistis.
Selain Festival Lomang, rangkaian perayaan juga akan dimeriahkan dengan tradisi pacu sampan di kawasan Tepian Jembatan Waterfront City Pulau Lawas dalam beberapa hari ke depan, yang semakin memperkuat daya tarik wisata budaya Kampar.
Dengan dukungan penuh pemerintah dan antusiasme masyarakat, Festival Lomang diharapkan terus berkembang menjadi acara unggulan yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu mengangkat perekonomian dan pariwisata Kabupaten Kampar ke tingkat yang lebih tinggi. Adv
Yal
Editor : Ank


