Semarak Lomang Ayo Onam 2026, Ahmad Yuzar Satukan Budaya dan Ekonomi Rakyat

Semarak Lomang Ayo Onam 2026, Ahmad Yuzar Satukan Budaya dan Ekonomi Rakyat

KAMPAR - Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, kembali menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mengangkat budaya lokal menjadi kekuatan ekonomi daerah dengan membuka secara resmi Festival Lomang Ayo Onam di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang. 

Pembukaan festival berlangsung semarak dan penuh makna, ditandai dengan pemukulan oguong oleh Bupati Ahmad Yuzar bersama Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Dwianto Prihartono, sebagai simbol dimulainya perhelatan budaya yang sarat nilai tradisi tersebut.

Festival Lomang Ayo Onam sendiri merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Enam atau Ayo Onam, tradisi khas masyarakat Bangkinang yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas budaya yang kuat di Kabupaten Kampar.

Dalam segala hal, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa tradisi memasak lomang bukan sekedar kebiasaan, melainkan warisan budaya yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat dari generasi ke generasi.

“Tradisi memasak lomang ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita, menjelang Idul Fitri, Hari Raya Enam, hingga Idul Adha. Ini adalah kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan budaya tidak berhenti pada Festival Lomang saja. Dalam beberapa hari ke depan, masyarakat juga akan disuguhkan atraksi pacu sampan di kawasan Tepian Waterfront City Pulau Lawas, yang semakin memperkuat daya tarik daerah wisata.

Tak hanya menekankan aspek budaya, Ahmad Yuzar juga melihat momentum ini sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Dengan banyaknya pengunjung yang datang, tentu akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan untuk menggerakan usaha kuliner, jasa, dan sektor lainnya,” ujarnya optimis.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi kearifan lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Afdal, menjelaskan bahwa Festival Lomang Ayo Onam tahun 2026 merupakan penyelenggaraan kedua, setelah sukses digelar perdana pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Kampar dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami menetapkan Pulau Lawas sebagai pusat kegiatan karena tradisi memasak lomang di sini masih sangat kuat dan konsisten. Ini menjadi identitas sekaligus brand kuliner khas Kampar setiap bulan Syawal,” jelasnya.

Festival Lomang Ayo Onam digelar selama dua hari. Pada hari pertama, lomang yang telah dimasak dibagikan secara gratis kepada pengunjung sebagai bentuk kebersamaan. Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi makan bajambau usai perayaan Hari Raya Enam.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga berharap festival ini terus berkembang dan semakin dikenal luas hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Terima kasih kepada Pak Bupati, kami berharap festival ini semakin besar dan bisa dikenal sampai ke mancanegara, agar lomang dan tradisi Ayo Onam benar-benar mendunia,” ungkap salah seorang warga, Nur Jannah.

Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan semangat masyarakat, Festival Lomang Ayo Onam yakin akan terus tumbuh menjadi acara budaya unggulan yang mampu mengangkat nama Kabupaten Kampar di kancah yang lebih luas.Adv

 

Yal

Editor : Ank