KAMPAR – Bupati Pelalawan H. Zukri SM, MM bersama jajaran Forkopimda melakukan peninjauan langsung ke Waduk PLTA Koto Panjang di Desa Kota Panjang, Kabupaten Kampar, Kamis (01/01/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi elevasi debit air dan memastikan koordinasi mitigasi bencana banjir berjalan optimal. Hal ini dilakukan karena pelepasan pintu air di waduk tersebut berdampak signifikan terhadap potensi banjir di wilayah hilir, terutama Kabupaten Pelalawan.
?Rombongan yang terdiri dari Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara, Sekda, serta jajaran kepala OPD teknis disambut langsung oleh Manajemen PLTA Koto Panjang, Dandim 0313/KPR, dan Kapolres Kampar. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Zukri menegaskan pentingnya pemantauan prosedur pembukaan pintu air (Spillway Gate). Langkah ini krusial agar pelepasan debit air terkendali sehingga tidak menyebabkan banjir mendadak yang merugikan masyarakat di sepanjang aliran sungai di Pelalawan.
?Manager PLTA Koto Panjang, Dany Irwansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan Early Release atau pembukaan pintu air sejak 30 Desember 2025 sesuai prosedur keamanan bendungan. Kebijakan ini diambil karena tinggi muka air telah melebihi elevasi normal akibat curah hujan yang sangat tinggi di sisi hulu. Saat ini, pengelola membuka 2 pintu pelimpah setinggi 50 cm untuk menyeimbangkan inflow waduk yang mencapai 596,4 m?3;/s, sementara operasional turbin saat ini terbatas hanya pada dua unit.
?Pihak PLTA menjelaskan bahwa keputusan pembukaan pintu air tersebut telah melalui pembahasan teknis tim koordinasi guna mengendalikan volume air yang terus meningkat. Meskipun berdampak ke wilayah hilir, langkah ini merupakan upaya antisipasi agar tanggul waduk tetap aman dan aliran air dapat dialirkan secara bertahap. Penjelasan teknis ini menjadi acuan bagi jajaran Forkopimda Pelalawan dalam menyusun strategi kesiapsiagaan bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.
?Kunjungan yang berakhir pada siang hari ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat jalur komunikasi antara pengelola waduk dengan Pemkab Pelalawan. Melalui pemantauan situasi debit air secara real-time, diharapkan antisipasi dini dapat dilakukan dengan lebih cepat guna meminimalisir dampak luapan air bagi masyarakat Pelalawan di masa puncak musim penghujan ini.
Sumber : Pendim
Editor : Ank


