Danrem 031/Wirabima Dampingi Menteri Pertanian RI Tinjau PT. Bio Cycle Indo Di Tapung Riau

Danrem 031/Wirabima Dampingi Menteri Pertanian RI Tinjau PT. Bio Cycle Indo Di Tapung Riau

Tapung - Danrem 031/Wirabima BrigjenTNI M.Syech Ismed SE M.Han bersama Sekda Provinsi Riau DRS Yan Pranajaya MSi bersama Bupati Kampar H Catur sugeng susanto SH menerima kunjungan Menteri Pertanian ad interim Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Dr H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H

Kunjungan kerja Menteri Pertanian tersebut dalam rangka meninjau pengolahan penetasan telur lalat di Pabrik PT.  Bio Cycle Indo sekaligus Pelepasan Ekspor Maggot Perdana di Desa Sei Putih Kecamatan Tapung, Jumat (4/12/2020)

Turut hadir dalam menyambut kunjungan kerja Menteri Pertanian ad interim Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia itu pejabat Eselon I Kementerian Pertanian, Forkopimda Provinsi Riau, Forkopimda Kabupaten Kampar Dandim 0313/KPR, Kapolres Kampar beserta jajaran Direksi PT. Bio Cycle Indo

Di dalam kunjungan kerjanya, Menteri Pertanian ad interim Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Dr H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H yang didampingi Sekda Provinsi, Danrem 031/WB meninjau proses pengembangbiakan dan pengolahan penetasan telur lalat yang ada di PT. Bio Cycle Indo

Dalam kegiatan nya, Menteri Peetanian Republik Indonesia Dr H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H  berkesempatan juga melepas ekspor Dried Larvae (Larva Kering)  yang akan diekspor ke 18 negara.

Dalam sambutannya Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto,SH menyampaikan program ini sangat relevan dengan program dan visi serta misi Kabupaten Kampar melalui Program 3 I, yakni Peningkatan Infrastruktur, peningkatan Investasi dan peningkatan industri.

Menteri Pertanian ad interim Menteri Kelautan dan Perikanan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam arahannya menjelaskan ekspor ini merupakan bukti sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam meningkatkan Ekspor dan Investasi untuk meningkatkan perkembangan perekonomian yang  berujung pada peningkatan PDB Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (GRATIEKS).

“Ini adalah proses kecil menuju kemajuan seperti negara Republik Indonesia ini, Saya juga berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah”

Menteri Sahrul Yasin Limpo juga mengatakan ditengah degradasi perekonomian dunia, hanya sektor pertanian yang masih mampu bertahan, sektor perikanan juga masih bertahan, saatnya Republik Indonesia bangkit dalam swadaya pangan didunia.

“Disaat inilah pelaku pertanian dan perikanan harus bangkit, Kepala daerah mari berkonsentrasi meningkatkan hasil pertanian, kita semua bangkit meningkatkan pertanian”ujarnya.

Lebih lanjut SYL mengungkapkan   larva ini menjadi peluang usaha membangkitkan minat milineal untuk terjun ke sektor pertanian.  “Komoditas  kita ini merupakan komoditas negara tropis dengan matahari yang bersinar pemanasan yang bagus tapi kelembaban yang terjaga dengan baik” ungkap SYL.

“ Riau Manjadi Penyangga Pertanian dan Kelautan Indonesia”

Sumber : Pendim0313/Kpr

Editor : Ank