GKSB DPR Kutuk Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa, Minta Pemerintah Tegas ke Israel

GKSB DPR Kutuk Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa, Minta Pemerintah Tegas ke Israel

Jakarta, - Serangan Israel terhadap Masjid Al Aqsa, persisnya di gerbang Damaskus Kota Tua dan distrik Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur pada Jumat (7/5/2021) mendapat reaksi keras dari dunia, terutama dari negara-negara Islam. 

 

Salah satunya datang dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, melalui salah satu anggotanya Syahrul Aidi Maazat Lc MA, yang juga sebagai ketua Grup Kerjasama Antar Parlemen (GKSB) Indonesia-Palestina saat dihubungi pada Ahad (9/5/2021). 

"BKSAP, khususnya GKSB Indonesia -Palestina, mengutuk keras serangan brutal tentara Israel ke Masjid Al-Aqsha pada saat muslim Palestina melaksanakan ibadah tarawih. Bukan saja menginjak kedaulatan Palestina, Israel juga menginjak rasa kemanusian umat muslim yang sedang beribadah Ramadhan" kata Syahrul Aidi saat dihubungi via telepon. 

Syahrul Aidi meminta agar pemerintah Indonesia bersikap tegas dan jadi negara promotor di dunia internasional untuk mengutuk tindakan Israel ini. Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri jangan membiarkan tindakan brutal ini terus terjadi. 

Sebagaimana dikutip dari Pikiran Rakyat, polisi Israel menyerang jamaah yang sedang salat tarawih di Masjid al-Qiblatain di dalam Al Aqsa dengan granat kejut dan peluru karet. Mereka berusaha membubarkan ibadah khusus di malam Ramadhan tersebut, sementara jamaah terus melakukan tarawih.

Bulan Sabit Merah melansir bahwa terdapat 178 korban serangan tentara Israel di pihak Palestina tersebut. 

Syahrul Aidi mengingatkan Kemenlu RI agar menjalankan 6 rekomendasi BKSAP DPR RI terhadap segala tindakan brutal Israel selama ini, yaitu Pertama, memperluas pengakuan atas Palestina sebagai negara. Kedua, meningkatkan hubungan bilateral dengan negara Palestina. 

Ketiga, menjadikan isu Palestina sebagai isu bersama yang terus menghangat baik di level global atau kawasan. Keempat, mengisolasi Israel dari pergaulan antar bangsa. Kelima, boikot produk-produk Israel. Keenam, mendesak penyelesaian konflik Palestina-Israel secara adil dan tidak memihak.

"Kita minta pemerintah segera menjalankan rekomendasi BKSAP DPR RI ini. Harus terus di garda terdepan melawan arogansi Israel" tegas Syahrul Aidi lagi. (rls/rano)

 

 

Editor : Ank